in , ,

Cara Ampuh Mengatasi dan Mengobati Diare pada Balita

Mengatasi diare pada balita

Mypoly.id – Diare masih menjadi masalah serius yang mengganggu aktivitas si kecil. Meski kadang dianggap sepele, jika tidak diatasi langsung bisa berakibat fatal lho bun.

Sebelumnya, bunda wajib mengetahui apa aja sih penyebab diare pada balita ini? Berikut ini beberapa penyebab dan gejala, serta cara mengatasi diare pada balita yang sering terjadi.

Perhatikan pola buang air besar anak

Umumnya anak buang air besar maksimal 3 kali dalam sehari, dan minimal sekali tiap 3 hari. Yang harus bunda perharikan adalah bentuk feses si kecil.

Bentuk feses ini bergantung pada kandungan air dalam feses. Pada anak normal, bentuk feses berbentuk seperti pisang.

Sementara itu, feses yang cair menandakan kadar air yang tinggi, ini biasanya terjadi pada diare akut. Fases lembek menandakan ada sesuatu yang mengganggu pencernaan anak, saat inilah bunda harus segera melakukan pemeriksaan. Lalu feses yang keras menandakan kadar air dalam feses sedikit, biasanya terjadi saat anak sembelit.

Pada anak usia 0-2 bulan, frekuensi buang air besar lebih sering, ini dikarenakan masih dalam periode ASI Ekslusif. Selama berat badan anak normal, bunda tak perlu khawatir, artinya anak sehat dan tidak terkena diare.

Lalu bagaimana jika anak pada usia ini mengalami diare bund? Nah, ada 2 kemungkinan bund. Jika berat badan normal, kemungkinan anak mengalami gangguan pencernaan lain seperti intoleransi laktosa. Namun jika berat badan turun, ada kemungkinan anak mengalami diare.

Warna feses normalnya berwarna kuning kehijauan, perlu diingat warna feses bergantung pada apa yang dikonsumsi si kecil ya bung. Yang perlu diperhatikan adalah saat feses si kecil mengandung darah.

Kapan sih anak masuk dalam kategori diare?

Anak dikatakan menderita diare saat pola buang air besarnya menjadi lebih sering dari biasanya, dan feses yang dikeluarkan lebih encer. Selain berbentuk cairan, feses yang dikeluarkan anak bisa mengandung lendir dan darah, ini tergantung pada penyebabnya.

Gejala lain yang ikut menyerang anak saat diare adalah demam dan muntah. Terkadang muntah dan demam terjadi terlebih dahulu sebelum diare.

Gejala yang timbul akibat diare

Gejala umum yang timbul saat diare adalah dehidrasi. Karena mintah dan mencret terus menerus, menyebabkan anak mengalami dehidrasi dan merasa haus.

Bila tidak segera ditangani, akan menyebabkan gejala yang lebih fatal, berikut ini beberapa gejala yang timbul akibat diare.

  • Anak cengeng, gelisah dan tidak sadarkan diri jika mengalami dehidrasi berat.
  • Mata terlihat cekung, pada bayi ubun0ubun cekung, bibor dan lidah kering, tidak terlihat air mata meski sedang menangis.
  • Turgor berkurang, dimana saat kulit oerut dicubit akan tetap berkerut.
  • Nadi melemah sampai tidak teraba dan kaki terasa dingin.
  • Kencing berkurang
  • Saat dehidrasi berat bisa menyebabkan napas sesak karena tubuh kekurangan zat basa (asidosis).
  • Bisa terjadi kekurangan elektrolit yang mengakibatkan terjadinya kejang.

Cara mengatasi diare

Setidaknya ada 3 craa yang bisa bunda lakukan untuk menangani diare si kecil, yaitu

  • Rehidrasi, atau mengganti cairan yang hilang. Bisa bunda lakukan melalui mulut atau melalui infus (pada kasus diare yang berat).
  • Pastikan porsi makanan untuk si kecil sesuai kebutuhan minimal si kecil. Jangan pernah membiarkan anak tidak makan dan tidak minum untuk waktu yang lama ya bund. Terus cukupi kebutuhan nutrisi si kecil dan berikan ASI Ekslusif.
  • Kurangi pemberian obat diare anak. Kebanyakan diare pada anak akan sembuh tanpa pemberian obat diare atau antidiare dan antibiotik. Bahkan pemberian antibiotik bisa menyebabkan diare kronik.

Mencegah diare pada anak

Umumnya diare ditularkan melalui 4F, yaitu Food, Feces, Fly dan Finger. Untuk itu, berikut ini beberapa upaya pencegahan yang bisa bunda terapkan pada si kecil.

  • Pastikan makanan sehat, bergizi dan bersih untuk anak.
  • Pastikan air minum yang dikonsumsi anak bersih.
  • Perhatikan kebersihan si kecil.
  • Cuci tangan sebelum si kecil makan.
  • Sebelum melakukan aktivitas dengan si kecil, pastikan bunda juga mencuci tangan.
  • Berikan ASI Ekslusif.
  • Buang air besar pada tempatnya.
  • Tempat sampah memadai, tertutup, dan pastikan dibuang setiap hari.
  • Tutup makanan agar tidak dihinggapi lalat.
  • Pastikan lingkungan bersih dan sehat.

Diare pada anak dapat menyebabkan kematian dan kurang gizi lho bun. Resiko kematian karena dehidrasi bisa diperkecil dengan pemberian oralit. Sementara kurang gizi bisa dicegah dengan memberikan makanan yang cukup selama diare.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Tanda Anak Alergi Susu Formula Dan Intoleransi Laktosa

Manfaat air kelapa untuk bayi 6 bulan

Manfaat Air Kelapa Untuk Bayi 6 Bulan