in ,

Mencegah Kontaminasi ASI Saat di Pompa

Mencegah Kontamiasi Pada ASI
Close up of breastfeeding supplies. A mom holds a newborn in the background. The supplies are on a table along with a doctor's bag.

Mypoly.id – Kita semua tahu, ASI merupakan asupan nutrisi terbaik untuk bayi. Dengan ASI, si kecil bisa mendapatkan berbagai nutrisi untuk menjaga kesehatan dan kekebalan tubuhnya.

Selain itu, pemberian ASI melalui payudara langsung juga bermanfaat untuk bunda. Menyusui membantu para ibu tetap sehat, mencegah kanker payudara dan ovarium, dan kesehatan jantung.

Namun, memberi ASI secara eksklusif tidak semudah yang dibayangkan. Tidak sebua ibu bisa menyusui secara langsung.

Mungkin bunda harus kembali bekerja, atau jika si kecil dirawat di rumah sakit atau Unit Perawatan Intensif Neonatal (NICU) setelah lahir atau ada kendala lain.

Memilih pompa ASI yang baik

Memompa ASI sudah dipraktekan selama berabad-abad untuk membantu para ibu mengekstrak ASI untuk diberikan ke anak. Di era modern saat ini, pompa elektrik bisa menjadi pilihan yang tepat.

Jenis pompa yang bunda pilih menjadi salah satu aspek penting untuk kesehatan anak. Pasalnya pemilihan pompa ASI yang salah serta kurang terjaganya kebersihan bisa membuat ASI terkontaminasi.

Dikutip dari Mothertobaby.org, yang paling penting adalah apakah pompa menggunakan sistem “terbuka” atau “tertutup”. Pompa ASI sistem “tertutup” memiliki penghalang fisik antara bagian-bagian yang menyentuh ASI (flensa, botol, katup), motor tabung dan pompa (disebut “pelindung arus balik”).

Ini membuat ASI terpisah dari badan pompa. Bagian-bagian yang dapat dengan mudah dibersihkan dan disterilkan terpisah dari bagian-bagian yang tidak dapat dibersihkan dan disterilkan, seperti bagian dalam motor pompa.

Inilah mengapa pompa payudara kelas rumah sakit aman untuk pemakainya, karena mereka memiliki penghalang ini.

Sedangkan pompa ASI sistem “terbuka” tidak memiliki penghalang antara bagian-bagian yang menyentuh ASI dan motor tabung dan pompa. Karena itu, uap air dari pemompaan dapat masuk ke pipa dan motor.

Karena jamur tumbuh subur di tempat gelap dan lembab, sistem terbuka memiliki risiko lebih besar untuk pertumbuhan jamur. Ini berarti tempat-tempat yang sulit dibersihkan seperti bagian dalam motor pompa payudara bisa menyebabkan tumbuhnya jamur.

Cara merawat pompa ASI

Pompa ASI yang tidak dibersihkan secara merata bisa menyebabkan pertumbuhan jamur pada bagian-bagian pompa ASI.

Selain itu, pompa payudara yang baik harus memiliki pelindung antara flensa (bagian berbentuk corong yang bersentuhan dengan payudara) dan tubing yang terhubung.

Tanpa fitur ini akan berisiko susu dan uap air masuk ke tabung dan menjadi tempat berkembang biak bagi jamur.

Semua bagian pompa payudara yang bersentuhan dengan ASI harus dibersihkan dan dikeringkan sepenuhnya setelah digunakan, termasuk flensa, botol, katup, dan pelindung payudara.

Bunda bisa menghilangkan kemungkinan kontaminasi dengan mencucinya memakai sabun pencuci piring cair dan air hangat.

Bilas setiap bagian secara menyeluruh dengan air panas selama 10-15 detik. Tempatkan bagian-bagian dengan rapi di atas tisu bersih atau di rak pengeringan yang bersih dan biarkan kering.

Hindari penggunaan handuk kain untuk mengeringkan bagian pompa karena bisa membawa kuman dan bakteri yang berbahaya bagi ASI dan bayi.

Sangat penting untuk selalu menjaga kebersihan baik kebersihan bayi maupun ASI-nya. Agar mengurangi risiko bayi mengalami gangguan pencernaan.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Tips Pencegahan Corona Pada Anak

Tips Pencegahan Corona Pada Anak, Jangan Biarkan Mereka Menyentuh Wajah

Depresi Saat Hamil

Ibu Depresi Saat Hamil, Ini Efek Buruknya Pada Anak