in ,

Ibu Depresi Saat Hamil, Ini Efek Buruknya Pada Anak

Depresi Saat Hamil

Mypoly.id – Depresi adalah penyakit yang memengaruhi cara berpikir seseorang, cara bertindak, dan merasakan. Sekitar 6% wanita bisa mengalami depresi di suatu titik dalam kehidupan mereka. Jumlah ini meningkat menjadi sekitar 10% (1 dari 10) untuk wanita yang sedang hamil.

Wanita lebih berisiko mengalami depresi saat mereka hamil, dan bahkan setelah melahirkan.

Selama kehamilan, perubahan hormon dapat memengaruhi bahan kimia otak dan menyebabkan depresi serta kecemasan.

Terkadang, wanita hamil tidak menyadari bahwa mereka mengalami depresi.

Mereka mungkin berpikir itu hanya gejala kehamilan atau “baby blues,” yang dialami banyak wanita setelah melahirkan.

Penting juga untuk diketahui bahwa sebanyak 10% ayah mengalami depresi setelah kelahiran anak.

Berita baiknya adalah depresi dapat diobati. Dikutip dari caringforkids.cps.ca, berikut ini beberapa gejala depresi pada ibu hamil dan cara mengobatinya.

Apa saja gejala depresi?

Depresi bisa datang secara perlahan-lahan, dan setiap orang memiliki gejala yang berbeda-beda. Secara umum, berikut ini adalah gejala depresi yang harus bunda tahu.

  • Perubahan nafsu makan, seperti makan terlalu banyak atau sebaliknya, kurang nafsu makanan
  • Perubahan dalam pola tidur, seperti sulit tidur atau terlalu banyak tidur
  • Kekurangan energi
  • Merasa sedih, putus asa atau tidak berharga
  • Menangis tanpa alasan
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam kegiatan yang biasanya menjadi favoritnya.

Ibu yang baru saja melahirkan dan mengalami depresi mungkin akan kesulitan merawat bayi.

Mereka mungkin tidak ingin menghabiskan waktu terlalu banyak dengan si kecil, ini yang bisa menyebabkan bayi menangis dan rewel.

Bagaimana pengaruh depresi pada ibu hamil?

Jika bunda mengalami depresi saat sedang hamil, bunda mungkin kesulitan merawat diri sendiri, atau menjaga pola hidup sehat, ini bisa berbahaya bagi janin dala kandungan.

Depresi selama kehamilan juga bisa menyebabkan

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Melahirkan bayi kecil (berat lahir rendah)

Jika depresi selama kehamilan tidak diobati, bisa menyebabkan depresi postpartum atau depresi pascapersalinan.

Depresi pascapersalinan adalah kondisi serius yang bisa berlangsung berbulan-bulan setelah melahirkan. Ini bisa memengaruhi kesehatan ibu dan si kecil.

Apa perbedaan antara “baby blues” dan depresi pascapersalinan?

“Baby blues” adalah bentuk ringan depresi pascapersalinan yang dialami banyak ibu baru.

Biasanya dimulai 1 hingga 3 hari setelah kelahiran dan dapat berlangsung selama 10 hari hingga beberapa minggu.

Karena “baby blues”, banyak wanita mengalami perubahan suasana hati yang drastis dalam waktu yang singkat, misalnya bahagia satu menit dan menangis selanjutnya.

Mereka mungkin merasa cemas, bingung, atau kesulitan makan atau tidur. Hingga 80% ibu baru bisa mengalami “baby blues”. Itu hal biasa, dan itu akan hilang dengan sendirinya.

Sekitar 13% ibu baru mengalami depresi pascapersalinan, yang lebih serius dan berlangsung lebih lama.

Bunda memiliki risiko yang lebih besar jika bunda memiliki riwayat keluarga depresi atau pernah mengalami depresi sebelumnya.

Beberapa gejala depresi pascapersalinan yang serius diantaranya

  • Merasa seperti bunda tidak bisa merawat bayi,
  • Kecemasan ekstrim atau panic attack
  • Kesulitan mengambil keputusan
  • Merasa sangat sedih
  • Merasa di luar kendali

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan depresi pascapersalinan. Jika bunda memiliki gejala diatas, bunda harus segera meminta bantuan orang terdekat atau berkonsultasi dengan ahlinya. Depresi pascapersalinan harus diobati. Bicaralah dengan dokter atau pakar.

Apakah depresi berpengaruh pada anak?

Depresi bisa diobati, jika tidak diobati akan mempengaruhi anak-anak.

Ibu yang mengalami depresi mungkin akan kesulitan merawat anak-anak. Mereka mungkin merasa sangat sayang dan mencintai selama satu menit tetapi satu menit kemudian merasa emosi.

Mereka mungkin merespons anak dengan cara negatif atau tidak merespons sama sekali. Perasaan dan perilaku ini akan memengaruhi kemampuan bunda merawat anak-anak.

Depresi juga bisa memengaruhi kedekatan emosional anak dengan ibunya, yang penting bagi perkembangan anak. K

“Hubungan yang baik” berkembang secara alami. Seorang ibu menanggapi bayinya yang menangis, memberikan apa pun yang dibutuhkan bayinya, misalnya memberi makan, mengganti popok, memeluk.

Hubunganyang baik akan membantu melindungi dari stres dan ini merupakan bagian penting dari kesehatan emosional jangka panjang bayi.

Ini akan membuat bayi merasa aman dan nyaman, dan membantunya belajar mempercayai orang lain.

Jika bunda mengalami depresi, bunda mungkin mengalami kesulitan untuk mencintai dan merawat bayi sepanjang waktu.

Ini bisa mengarah pada ikatan emosional yang bisa menyebabkan masalah di kemudian hari.

Bagaimana depresi seorang ibu memengaruhi anaknya tergantung pada usia anak itu.

Jika anak masih bayi, mungkin anak akan mengalami beberapa masalah berikut ini.

  • Mengalami kesulitan berinteraksi dengan ibunya (mereka mungkin tidak ingin bersama ibunya, atau mungkin kesal ketika bersama ibunya)
  • Mengalami masalah tidur
  • Mungkin tertunda dalam perkembangannya
  • Lebih sering mengalami kolik
  • Anak menjadi pasif
  • Kesulitan dalam mengembangkan keterampilan, sehingga perkembangannya lebih lambat dari bayi lain.

Balita dan anak-anak prasekolah yang ibunya mengalami depresi bisa mengalami berbagai hal berikut.

  • Kurang mandiri
  • Cenderung bersosialisasi dengan orang lain
  • Sulit diajak disiplin
  • Lebih agresif dan destruktif
  • Mungkin mengalami masalah di sekolah karena anak menjadi nakal dan kurang disiplin

Sementara itu, anak-anak usia sekolah dapat mengalami hal0hal berikut.

  • Memiliki masalah perilaku
  • Kesulitan belajar
  • Memiliki risiko lebih tinggi mengalami deficit hyperactivity disorder (ADHD),
  • Gagal di sekolah
  • Memiliki risiko kecemasan, depresi dan masalah kesehatan mental yang lebih tinggi.

Remaja yang ibunya menderita depresi berisiko tinggi mengalami masalah seperti depresi berat, gangguan kecemasan, gangguan perilaku, penyalahgunaan zat, ADHD, dan kesulitan belajar.

Bisakah depresi disembuhkan?

Dengan perawatan, banyak orang pulih dari depresi. Perawatan ini diantaranya sebagai berikut.

  • Dukungan sosial, Layanan masyarakat atau pendidikan pengasuhan anak.
  • Terapi keluarga, bersama pasangan dan anak-anak. Ini bisa dilakukan dengan mudah ketika anak-anak sudah besar.
  • Terapi individu, Berbicara satu-satu dengan dokter keluarga, psikolog, psikiater, pekerja sosial, atau pakar profesional lainnya.
  • Obat, Obat yang paling sering digunakan untuk mengobati depresi adalah SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor).

Apakah aman minum Antidepresan selama kehamilan?

Bunda mungkin berpikir, harus berhenti minum obat depresi ketika hamil. Ingatlah, jika tidak diobati, depresi bisa menyebabkan efek serius bagi bunda dan bayi.

Sebelum bunda mengonsumsi antidepresan, bicarakan dengan dokter terlebih dahulu.

Beberapa bayi yang baru lahir mungkin memiliki gejala seperti mudah marah, pernapasan cepat, tremor dan cara menyusui yang buruk jika ibu mereka mengkonsumsi antidepresan selama kehamilan.

Gejala-gejala ini termasuk gejala ringan dan bisa sembuh dengan cepat, biasanya dalam 2 minggu. Masalah serius sangat jarang terjadi.

Setelah bayi lahir, ia akan diawasi dengan ketat untuk memastikan ia sehat. Dokter dan perawat akan memastikan bahwa bunda dan bayinya baik-baik saja sebelum mengizinkan pulang.

Bunda mungkin perlu tinggal satu atau dua hari ekstra di rumah sakit sampai dokter yakin dengan kondisi bunda dan si kecil.

Itulah beberapa pengaruh bunda yang depresi terhadap anak dan beberapa penyebabnya.

Beristirahatlah dengan cukup jika bunda mulai merasa lelah dan letih, cari teman ngobrol dan sharing masalah yang bunda alami.

Jika bunda khawatir tidak bisa beristirahat karena merawat si kecil, sebaiknya minta tolong pada anggota keluarga lain untuk membantu menjaganya sementara bunda beristirahat.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Mencegah Kontamiasi Pada ASI

Mencegah Kontaminasi ASI Saat di Pompa

Cara Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Cara Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak