in

Cara Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Cara Memperkuat Kekebalan Tubuh Anak

Mypoly.id – Saat cuaca sedang dingin, dan tidak menentu yang biasanya gterjadi di akhir tahun, flu dan infeksi sejenisnya menjadi lebih mudah berkembang.

Sebelum masa ini, kita harus menjaga dan mempersiapkan kekebalan tubuh anak, agar anak tidak mudah terserang flu dan infeksi lain.

Sistem imun adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melawan berbagai infeksi dari luar tubuh.

Sebagai contoh, jika kita terluka, sel-sel dalam sistem kekebalan tubuh akan bekerja untuk menyembuhkannya dengan cepat sehingga kuman tidak masuk dan terjadi infeksi.

Sel utama yang berperan penting untuk menjaga kekebalan tubuh adalah sel darah putih. Secara umum, sistem kekebalan tubuh bekerja keras tiap hari untuk menjaga kita agar tetap sehat. Tetapi jika sistem kekebalan tubuh kita tidak mampu menangani infeksi bakteri atau patogen lain dari luar tubuh, kita akan jatuh sakit.

Apa faktor yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh buruk?

Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, ada beberapa faktor dasar yang mempengaruhi kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Sebagai contoh, gen berpengaruh pada seberapa kuat sistem kekebalan tubuh kita.

Beberapa orang mungkin memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat, namun beberapa orang lainnya berbeda dan harus ekstra dalam menjaga kesehatan.

Selain itu banyak faktor lain yang mempengaruhi buruknya sistem kekebalan tubuh, mulai dari pola makan dan istirahat yang buruk hingga asupan nutrisi yang dikonsumsi

Jenis sistem kekebalan tubuh

Kekebalan tubuh bawaan

Ini adalah sistem kekebalan tubuh kita yang sudah kita dapatkan sejak dilahirkan. Seperti yang kita sebutkan diatas, faktor gen sangat mempengaruhi kuat atau lemahnya sistem imun ini.

Kekebalan tubuh adaptif

Sistem kekebalan tubuh ini dipengaruhi oleh tempat kita tinggal, seberapa besar kita terpapar infeksi, dan vaksinasi atau imunisasi yang kita dapatkan.

Kekebalan tubuh pasif

Kekebalan ini kita dapatkan dari berbagai sumber lain. Contohnya, kekebalan yang didapat anak dari ASI ibu.

Apa yang membuat sistem kekebalan tubuh melemah?

Sistem kekebalan tubuh melemah bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, dikutip dari Parentedge.in, berikut ini diantaranya.

Asupan protein yang kurang

Protein menjadi komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Asupan protein yang tidak memadai membuat anak lebih mudah terserang infeksi.

Asupan vitamin dan mineral tidak mencukupi

Vitamin A, C, D, dan E sangat diperlukan untuk berfungsinya sistem kekebalan tubuh. Selain itu mineral zat besi dan Zink juga sangat membantu penyembuhan luka.

Kurangnya asupan vitamin dan mineral mungkin tidak terlihat secara langsung efeknya, namun jangka panjangnya membuat sistem kekebalan tubuh melemah.

Diet lemak yang salah

Diet lemak terutama lemak jenuh (lemak jahat yang ditemukan dalam susu penuh lemak, mentega, keju, ghee, paneer, daging merah dan minyak organik seperti kelapa dan kelapa sawit) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan bersamaan dengan terjadinya obesitas dan kadar kolesterol tinggi.

Asupan gula tinggi

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa gula berdampak negatif terhadap fungsi sistem kekebalan karena menekan sel-sel kekebalan yang bertanggung jawab untuk menyerang bakteri. Efek ini terlihat setidaknya beberapa jam setelah mengonsumsi minuman manis.

Melewatkan jam makan

Anak-anak harus disiplin soal jam makan dan tidak boleh melewatkan jam makan. Ini yang sering terjadi pada saat jam makan pagi atau sarapan, jam vital yang paling penting dalam satu hari.

Melewatkan jam makan ini bisa menyebabkan efek negatif pada sistem kekebalan tubuh.

Obesitas

Respons imun pada anak-anak yang mengalami obesitas lebih buruk dibandingkan dengan mereka yang lebih normal, Ini bisa membuat mereka lebih rentan terhadap beberapa infeksi.

Kurang istirahat

Anak-anak membutuhkan lebih banyak waktu beristirahat daripada orang dewasa. Kurang tidur bisa mengurangi jumlah sel penjaga pada sistem imun, ini yang membuat anak-anak kita lebih rentan terhadap flu dan infeksi lainnya.

Selain itu, saat melawan infeksi, sangat penting bagi anak untuk beristirahat. Misalnya, demam yang biasa muncul pada malam hari untuk melawan infeksi. Tetapi jika anak kurang tidur, tubuh tidak bisa melawan infeksi dengan baik. Bahkan efek vaksin menjadi berkurang jika anak kurang tidur.

Stres

Ketika tubuh stres, tubuh akan menghasilkan ‘hormon stres’ yang menekan sistem kekebalan tubuh. Stress pada anak bisa terjadi karena hal sepele sekalipun, mohon diperhatikan ya bund.

Penggunaan antibiotik atau obat-obatan secara sembarangan

Penggunaan antibiotik tanpa pengawasan dan resep yang tepat bisa menyebabkan beberapa celah yang bisa merusak sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan anak harus belajar untuk melawan kuman

Jika antibiotik terus diberikan saat infeksi, sistem kekebalan tubuh mungkin bisa lupa bagaimana melakukan tugas semestinya.

Polusi dan racun

Polusi udara, racun, dan asap perokok adalah faktor lain yang bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sementara hati membantu mendetoksifikasi tubuh, paparan racun yang berlebihan bisa membuat hati stres dan akibatnya racun tidak dikeluarkan dari tubuh. Racun inilah yang kemudian menyerang sel-sel sehat dan kekebalan tubuh berkurang.

Bagaimana cara menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap sehat?

Meskipun kita tidak bisa mengendalikan banyak faktor yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh kita, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita ambil untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap hidup.

Salah satu yang mendasar adalah dengan memastikan asupan nutrisi yang lengkap untuk anak.

Selain itu, berikut ini beberapa cara menjaga sistem kekebalan tubuh.

Konsumsi buah-buahan dan sayuran.

Ini akan memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin yang cukup . Misalnya, jeruk, jambu biji, lemon, gooseberry, dan capsicum yang berwarna-warni adalah sumber vitamin C yang baik.

Wortel, mangga, dan sayuran berdaun hijau adalah sumber vitamin A yang bagus.

Makan daging tanpa lemak dan ikan yang kaya akan asam lemak Omega

Sangat mudah untuk memenuhi kebutuhan protein, omegas, zink dan zat besi yang berkualitas baik jika kita memiliki kebiasaan diet yang baik.

Sumber omega ini bisa kita dapatkan dari daging tanpa lemak dan beberapa jenis ikan.

Untuk vegetarian, bisa mengkonsumsi kacang kenari, kurma, telur, susu, bayam, kacang tanah, rajma, kacang polong dan kedelai, agar bisa membantu memenuhi asupan kebutuhan asam lemak baik.

Konsumsi makanan yang bisa meningkatkan kekebalan

Banyak makanan yang bisa meningkatkan kekebalan karena mereka memiliki anti-inflamasi (zat yang bekerja dengan cara melawan sel-sel yang memberikan respons inflamasi, atau membantu mengurangi peradangan, nyeri, dan pembengkakan) atau sifat antimikroba.

Di negara kita, zat ini bisa kita dapatkan dari rempah-rempah tertentu yang telah dikenal selama berabad-abad. Kunyit, jahe, dan kapulaga sering digunakan dalam pengobatan rumah untuk melawan infeksi.

Selain itu, Yogurt juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh karena mengandung segudang bakteri baik. Teh hijau dan makanan dengan serat larut juga bisa jadi pilihan yang tepat karena dipercaya bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Kurangi makan junk food

Makanan apa pun yang tinggi kalori dan mengadung nutrisi buruk seperti lemak jenuh, lemak trans, gula dan garam harus dibatasi konsumsinya.

Banyak makanan ringan dalam kemasan dan produk roti termasuk dalam kategori ini. Gula dan lemak bisa menekan sistem kekebalan tubuh, dan kalori yang berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan, yang mengakibatkan obesitas dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Tingkatkan asupan air

Air menjaga tubuh tetap terhidrasi, membawa nutrisi dan membantu menghilangkan racun. Penting bagi anak untuk minum 6-8 gelas air dalam sehari.

Perhatikan jam makan

Makanlah tepat waktu karena tubuh membutuhkan nutrisi dan energi untuk menangkal atau melawan infeksi. Pasti ada manfaat besar saat kita disiplin dan konsisten, baik itu waktu makan atau waktu tidur.

Berolahraga secara teratur

Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat meningkatkan jumlah sel yang melawan infeksi. Dengan berolahraga di luar ruangan, anak akan mendapatkan vitamin sinar matahari (Vitamin D).

Tingkatkan waktu istirahat

Tidur yang cukup bisa membantu anak melawan infeksi. Anak usia 3-6 tahun membutuhkan tidur selama 10-12 jam, anak-anak yang berusia 7–12 tahun membutuhkan 10-11 jam dan anak usia 12-18 tahun membutuhkan tidur 8-9 jam.

Mengurangi stres

Perubahan perilaku seperti perubahan suasana hati, amarah, perubahan pola tidur, dan perubahan fisik seperti sakit kepala dan sakit perut, merupakan indikator stres pada anak-anak.

Bunda bisa membantu mengurangi stress pada anak dengan memastikan ia mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan mendapatkan asupan nutrisi yang baik.

Kurangi obat-obatan dan penggunaan antibiotik

Bunda mungkin tidak bisa berbuat banyak pada kasus pencemaran lingkungan, tetapi kita bisa menghindarkan anak dari hal-hal kecil seperti menjauhkannya dari asap rokok

Juga jangan pernah memberikan antibiotik secara berlebihan tanpa resep dokter. Selalu ebrkonsultasi dengan dokter, dokter akan meresepkan antibiotik untuk anak.

Itulah beberapa cara meningkatkan kekebalan tubuh pada anak, faktor apa saja yang mempengaruhi kekebalan anak, dan jenis-jenisnya.

Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, sebaiknya kita melakukan pencegahan sejak dini dnegan memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi anak dan memastikan kebersihan lingkungan dan diri untuk mencegah berbagai bakteri jahat masuk kedalam tubuh anak.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Depresi Saat Hamil

Ibu Depresi Saat Hamil, Ini Efek Buruknya Pada Anak

Resep Makanan Rumahan Sehat Untuk Ibu Hamil, Salmon Panggang dan Puding Tahu