7 Penyebab Kejang Pada Bayi

Mypoly.id - Kejang bisa menyerang siapapun, dan dari rentang usia berapapun. Namun penanganannya berbeda ya bund. Kejang merupakan gerakan otot tubuh yang berkontraksi secara tak terkendali. Kejang bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari gangguan kesehatan, kelainan pada pengendalian sinyal listrik atau neurotransmitter, maupun faktor eksternal.

Pada umumnya, anak yang kejang terlihat dari tubuhnya yang menghentak-hentak, bergetar hingga kehilangan kesadaran.

Namun, kejang pada bayi biasanya lebih halus dan berbeda dengan kejang yang dialami orang dewasa. Kejang pada bayi lebih halus dan bahkan bunda tidak menyadari jika bayi sedang kejang.

Bikin Kaos Keluarga Bebas Custom

Apa penyebab kejang pada bayi?

Kelainan pada neurotransmitter berbeda-beda, inilah yang menyebabkan berbedanya cara penanganan. Secara umum dibagi menjadi 2 faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

Faktor Internal

Kejang disebabkan karena adanya kelainan saraf otak atau adanya cacat otak sejak lahir. Kelainan saraf pada otak bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari perkembangan otak bayi yang tidak optimal sejak janin, karena mengalami kecelakaan pada masa kecil, hingga karena kelainan genetik.

Pada umumnya, bayi yang dilahirkan dari keluarga yang mempunyai riwayat kejang bayi akan memiliki kecenderungan untuk kejang dibandingkan yang tidak.

Berikut ini beberapa faktor internal penyebab kejang pada bayi.

  • Bayi lahir prematur dan mengalami pendarahan otak, kondisi ini juga disebut sebagai Intracranial Haemorrhage.
  • Bayi lahir tepat waktu namun mengalami kekurangan oksigen di otak, biasa disebut sebagai Perinatal Hypoxia.
  • Bayi memiliki kadar glukosa, kalsium, dan sodium yang rendah di dalam darahnya.
  • Bayi mengalami kerusakan jaringan otak, kondisi ini biasa disebut dengan Cerebral Dyplasia.
  • Bayi memiliki kelainan genetis yang diwarisi dari keluarganya. Kelainan sistem metabolisme seperti kekurangan GLUT 1, maupun kelainan genetik seperti Sindrom Dravet.

Baca Juga

Faktor Eksternal

Selain faktor internal, faktor eksternal juga mempengaruhi terjadinya kejang pada bayi. Mulai dari faktor lingkungan hingga karena infeksi bakteri ataupun virus.

Berikut ini beberapa faktor eksternal yang bisa menyebabkan kejang pada bayi.

Meningitis

Bayi sangat rentan terserang infeksi maupun bakteri, salah satunya adalah bakteri penyebab meningitis. bayi yang terserang meningitis menyebabkan bayi mudah kejang.

Demam

Demam juga bisa menyebabkan kejang pada bayi. Jika suhu tubuh bayi tiba-tiba naik diatas 38 derajat celcius, maka resiko bayi terkena kejang lebih tinggi.(Baca Juga - Tips Mengatasi Kejang Pada Anak Karena Demam)

Itulah beberapa penyebab kejang pada bayi. Ada baiknya mengenali gejala-gejala kejang sejak dini, jika bayi mengalami kejang segera lakukan penanganan darurat dan jangan panik ya Bund.

Beri Komentar

Komentar akan dimoderasi oleh admin sebelum dipublikasikan

Bergaransi

Barang yang kamu terima tidak sesuai? Tukar aja! GRATIS!

Kualitas terjamin

Menggunakan bahan berkualitas untuk menjamin kepuasan customer

Gratis Ongkir

Gratis Ongkir seluruh Indonesia

Tidak Puas?

Mypoly.ID memberi jaminan refund 100% (termasuk ongkir) jika kamu tidak puas