in

Apakah Aman Konsumsi Antibiotik Untuk Ibu Menyusui?

Mypoly.id – Saat bunda sakit atau terkena infeksi, biasanya bunda meminum antibiotik. Yang jadi pertaanyaan adalah, apakah antibiotik aman dikonsumsi saat menyusui?

Mengingat semua yang bunda konsumsi diteruskan ke bayi melalui ASI. Apakah antibiotik ini mempengaruhi kesehatan bayi?

Berikut ini beberapa penjelasan apakah antibiotik aman dikonsumsi saat menyusui dan apa saja jenis antibiotik yang aman dan tidak aman untuk ibu menyusui.

Apakah aman menggunakan antibiotik saat menyusui?

Dikutip dari Momjunction, tolak ukur keamanan antibiotik tergantung pada jenis dan jumlah obat yang dikonsumsi.

Sebagian besar obat antibiotik aman dikonsumsi selama masa menyusui dan tidak memiliki efek buruk pada kesehatan bayi.

Apakah semua antibiotik diteruskan melalui ASI?

Yup, benar sekali bund. Semua yang bunda konsumsi, termasuk obat-obatan berpotensi masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Ini dikarenakan payudara menerima nutrisi dari darah.

Jumlah antibiotik yang lewat melalui ASI bergantung pada frekuensi pemakaian dan kandungan senyawa pada antibiotik. Dan perlu diingat, tidak ada bukti ilmiiah yang menunjukan bahwa Antibiotik mengurangi produksi ASI.

Sangat penting bagi bunda untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi antibiotik, karena bunda juga harus tahu senyawa apa saja yang akan terdistribusi ke tubuh bayi.

Faktor yang mempengaruhi efek samping antibiotik pada bayi

Setiap obat yang dikonsumsi bunda memiliki efek samping pada bayi. Efek samping ini bergantung pada beberapa faktor, yaitu sebagai berikut ini.

Usia bayi dan kesehatannya

Efek buruk antibiotik pada bayi terlihat jelas pada bayi yang berusia kurang dari dua bulan, dan jarang terjadi pada bayi usia lebih dari 6 bulan.

Karena itu, usia sangat mempengaruhi efek samping antibiotik ini. Faktor lainnya adalah kondisi kesehatan bayi secara keseluruhan.

Seperti kematangan refluks gastrointestinal, saluran pencernaan yang lebih pendek, dan sensitivitas alergi terhadap senyawa tertentu.

Komposisi dan tingkat keasaman ASI

Beberapa molekul antibiotik memiliki kecenderungan alami untuk larut dalam susu yang memiliki kandungan protein lebih besar daripada darah.

Kondisi ini diperparah pada wanita dengan bayi prematur, karena mereka menghasilkan susu dengan kadar protein lebih tinggi. Jadi, ibu dari bayi prematur perlu ekstra hati-hati saat menkonsumsi antibiotik.

Antibiotik memiiki senyawa dasar yang mengikat molekul susu asam. Keasaman ASI akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia bayi, tetapi kemampuan tubuh bayi untuk memproses senyawa antibiotik juga akan meningkat.

Senyawa aktif yang ada dalam obat-obatan

Senyawa antibiotik tertentu seperti Erythromycin, Lincomycin, dan Metronidazole memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk larut dan terikat dengan protein susu daripada senyawa seperti Sulphonamide dan Penicillin.

Beberapa senyawa memiliki potensi ionisasi lebih besar daripada senyawa lain, ini membuatnya lebih mudah masuk dari aliran darah ke ASI.

Jaringan payudara dapat memetabolisme beberapa senyawa antibiotik, seperti Sulphonamide, dengan memecahnya menjadi molekul yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan risiko bagi bayi.

Beberapa antibiotik menggunakan penggunaan zat radioaktif dan disebut sebagai Radiofarmasi. Senyawa ini bisa memberikan efek buruk pada kesehatan bayi. Ibu menyusui diminta untuk berhenti menyusui sementara ketika mereka menerima dosis antibiotik radioaktif.

Mengkonsumsi antibiotik dan obat lain secara bersamaan

Tolak ukur keamanan antibiotik juga tergantung pada kombinasi obat lain yang diresepkan oleh dokter.

Ini berarti meskipun antibiotik aman, bila dikonsumsi bersama dengan obat lain dapat membentuk senyawa yang dapat membahayakan bayi.

Misalnya, antibiotik Eritromisin dapat menyebabkan reaksi silang dengan obat lain seperti Siklosporin, Karbimazol, Digoksin, Teofilin, Triazolam, dan beberapa Antikoagulan.

Karakteristik kimia dari antibiotik

Faktor-faktor kimia seperti berat molekul dan tingkat kelarutan lemak senyawa antibiotik dapat mempengaruhi kemampuan senyawa tersebut untuk bertahan dalam ASI.

Jika antibiotik mengikat lemak dengan cepat, maka akan ditransfusikan dari darah ke susu lebih cepat pula.

Jumlah dosis senyawa antibiotik dalam darah ibu akan menentukan seberapa lama senyawa ini bertahan dalam ASI. Jadi misalnya 20mg obat akan bertahan lebih lama dari 5mg obat yang sama.

Senyawa antibiotik adalah molekul anti-bakteri kompleks, yang efeknya bisa subjektif. Namun, ada baiknya mempelajari antibiotik yang aman untuk dikonsumsi selama masa menyusui.

Antibiotik yang aman untuk ibu menyusui

Berikut ini adalah daftar antibiotik yang terbukti aman dan tidak aman untuk ibu menyusui dan bayinya. Perlu di ingat untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi antibiotik apa pun.

Anti bakteri

AMANEFEK SAMPING TIDAK DIKETAHUI, KONSUMSI DENGAN HATI-HATITIDAK AMAN
AminoglycosidesChloramphenicolMetronidazole (dosis tinggi)
AmoxycillinClindamycinQuinolones
Amoxycillin-clavulanateDapsone
AntitubercularMandelic acid
CephalosporinsMetronidazole (dosis rendah)
MacrolidesNalidixic acid
Trimethoprim-sulphamethoxazoleNitrofurantoin
Penicillins
Tetracyclines

Anti viral

AMAN EFEK SAMPING TIDAK DIKETAHUI, KONSUMSI DENGAN HATI-HATI
AcyclovirFoscarnet
AmantadineFamciclovir
AntiretroviralsAntiretrovirals
Ganciclovir

Anti jamur

AMAN EFEK SAMPING TIDAK DIKETAHUI, KONSUMSI DENGAN HATI-HATI
KetoconazoleAmphotericin
Fluconazole
Flucytosine
Itraconazole

Anti malaria

AMAN EFEK SAMPING TIDAK DIKETAHUI, KONSUMSI DENGAN HATI-HATI
ChloroquineMefloquine
HydroxychloroquinePentamidine
QuinineProguanil
Primaquine
Pyrimethamine

Antihelminthic

EFEK SAMPING TIDAK DIKETAHUI, KONSUMSI DENGAN HATI-HATI
Mebendazole
Pyrantel pamoate
Praziquantel
Quinacrine antihelminth
Thiabendazole
Piperazine

Efek negatif antibiotik

Seorang bayi bisa mengalami gangguan kesehatan yang merugikan jika ibu mengkonsumsi antibiotik yang tidak dianjurkan selama menyusui. Berikut ini beberapa efek samping pada bayi jika bunda menggunakan antibiotik yang tidak aman

Merusak bakteri baik dalam usus

Antibiotik tidak hanya mempengaruhi bakteri penyebab penyakit yang ditargetkan, tetapi juga mempengaruhi bakteri alami yang ada di usus kecil.

Bayi, khususnya, memiliki koloni ‘bakteri baik’ yang membantu pencernaan. Mengkonsumsi ASI yang mengandung antibiotik bisa merusak koloni bakteri baik yang ada di usus, yang menyebabkan malabsorpsi nutrisi makanan, dan bisa menyebabkan diare.

Sepsis neonatal

Sepsis terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memiliki reaksi berlebihan terhadap patogen, yang pada akhirnya merusak jaringan tubuh yang sehat.

Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah yang belum bisa mengenali patogen asing dan juga tidak bisa memperkuat efek positif dari antibiotik.

Antibiotik bisa secara genetik memodifikasi bakteri alami tubuh, yang dapat membingungkan sistem kekebalan tubuh yang tidak bisa berkembang ke reaksi agresif sehingga menyebabkan sepsis.

Jika bunda curiga si kecil menunjukkan gejala gangguan kesehatan setelah bunda mengkonsumsi Antibiotik, segera bawa dia ke dokter.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0

Manfaat Kunyit Untuk Ibu Menyusui, Apakah Aman Dikonsumsi?

Penyebab diare pada balita

Kenali Penyebab Diare Pada Balita, Dan Cara Mengatasinya