in

Anak Sering Buang Air Kecil, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Anak Sering Buang Air Kecil
Image Source - GettyImages

Mypoly.id – Sering buang air kecil atau Pollakiuria, biasanya dianggap sebagai urgensi sensirik, dimana anak sering merasa ingin ke kamar mandi, tapi mungkin hanya mengeluarkan sedikit urine.

Kondisi ini dianggap tidak berbahaya, dan bisa terjadi selama beberapa minggu hingga beberapa bulan.

Lalu, apa aja sih penyebabnya? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Seberapa sering normalnya anak buang air kecil?

Tidak ada pernyataan yang jelas tentang berapa kali anak buang air kecil dalam sehari. Akan tetapi bisa dikatakan buang air kecil dengan jarak waktu setiap dua jam adalah normal.

Pada kondisi tertentu, anak mungkin lebih serig ke kamar mandi, misalnya saat dia terlalu banyak minum, atau saat cuaca dingin.

Penyebab anak sering buang air kecil

Dikutip dari Momjunction, penyebab seringnya anak buang air tidak diketahui secara pasti, karena jarang ada penyebab fisik yang terkait kondisi ini.

Banyak ahli percaya, faktor penyebabnya berkaitan dengan psikologis atau psikogenik.

Dalam kasus tertentu, stress atau mengalami masalah sekolah, masalah keluarga mungkin bisa menjadi faktor pemicunya.

Selain itu ada beberapa faktor lain penyebab seringnya buang air kecil pada anak, berikut diantaranya.

  • Faktor psikologis, seperti stres, adanya masalah keluarga, dll
  • Faktor makanan, seperti asupan susu atau kafein yang berlebihan
  • Sembelit
  • Peradangan kandung kemih (sistitis non-bakteri)
  • Peradangan uretra (urethritis kimia)
  • Kandung kemih, adanya peningkatan sensitivitas kandung kemih (juga bisa terjadi selama musim dingin)
  • Sekresi kalsium yang berlebihan dalam urin (hiperkalsiuria)
  • Gangguan Tic seperti Tourette Syndrome

Seringkali, tidak ada faktor pemicu yang bisa diidentifikasi pada anak-anak pada kondisi ini.

Gejala Pollakiuria

Beberapa gejala Pollakiuria diantaranya sebagai berikut ini

  • Anak bisa buang air kecil setiap lima hingga sepuluh menit. Frekuensi ini bisa tiga hingga empat kali dalam satu jam atau hingga 30-40 kali sehari.
  • Anak mungkin tidak mengalami sakit perut, panggul, atau disuria saat buang air kecil.
  • Tidak ada inkontinensia urin (kebocoran urin) atau hilangnya kontrol kandung kemih pada anak.
  • Tidak ada perubahan dalam pergerakan usus.
  • Anak bisa buang air kecil di malam hari (nokturia mungkin ada pada 25% kasus), tetapi frekuensinya akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan siang hari. Nocturia didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang harus bangun di malam hari untuk buang air kecil.
  • Tidak ada tanda-tanda poliuria (mengeluarkan urin dalam volume besar) atau infeksi. Warna, bau, dan aliran urin normal.
  • Tidak ada peningkatan berlebihan dalam asupan cairan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala secara fisik memang tidak terlihat, yang paling terlihat jelas adalah frekuensi buang air kecil pada anak.

Pollakiuria memang bukan masalah yang berbahaya, beberapa dokter mungkin tidak melakukan pemeriksaan invasif jika laporan urinalisis dan hasil pemeriksaan fisik normal.

Tapi dokter biasanya memeriksa riwayat medis dan melakukan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter akan membedakan apakah sering buang air kecil di siang hari (pollakiuria) karena poliuria (produksi berlebihan atau aliran urin) atau karena gangguan metabolisme seperti diabetes insipidus dan diabetes mellitus

Merawat anak yang mengalami Pollakiuria

Jika bunda melihat gejala pada anak, salah satunya adalah meningkatnya frekuensi buang air kecil. Pastikan bunda bekonsultasi dengan dokter terkait perawatan yang tepat untuk anak.

Yang bisa bunda lakukan pertama adalah mencari tahu apa penyebabnya, apakah mungkin emosionalnya, atau memang udara di sekitar terlalu dingin. Coba ajak diskusi si kecil.

Bunda bisa mengajaknya melakukan aktivitas favoritnya, bermain, menonton tv, atau melakukan aktivitas lain untuk mengalihkan perhatiannya dari keinginan untuk pergi ke kamar kecil.

Komplikasi karena sering buang air kecil pada anak

Tidak ada komplikasi pada kondisi ini. Namun jika diikuti dengan rasa sakit, sulit buang air kecil, atau kehilangan kontrol atas kandung kemih (mudah mengompol), bunda harus segera membawanya ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Referensi

Frequent Urination (Pollakiuria) In Children: Causes, Diagnosis, And Treatment, Momjunction, ditulis oleh Medha Singh (MS, Biomedical Engineering), diakses pada 25 Maret 2020

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Manfaat Probiotik Untuk Ibu Menyusui

10 Manfaat Probiotik Untuk Ibu Menyusui

Mengatasi Bau Mulut Pada Anak

Inilah Penyebab Bau Mulut Pada Anak, Begini Cara Mengatasinya