in

6 Masalah Pencernaan Yang Sering Dialami Bayi

Mypoly.id – Bayi yang mengkonsumsi makanan tidak sehat akan mengalami berbagai masalah pencernaan. Gejalanya, mulai dari muntah, sembelit, hingga diare.

Gangguan pencernaan ini akan membuat si kecil rewel dan gelisah. Bunda perlu mengetahui apa saja penyebab masalah pencernaan pada bayi ini.

Dikutip dari Momjunction, berikut ini beberapa gangguan pencernaan yang sering dialami bayi, beserta penyebab, gejala dan cara mengatasinya.

6 masalah pencernaan yang sering dialami bayi

Reflux

Gastroesophageal reflux (GER) adalah kondisi dimana asam lambung atau terkadang isi lambung naik kedalam esofagus (pipa makanan).

Bayi lebih rentan terkena GER dan akan membaik seiring bertambahnya usia.

Penyebab GER

Penyebabnya, mulai dari diet yang sepenuhnya mengkonsumsi cairan, terlalu sering berbaring setelah menyusu atau makan, Cincin otot antara esofagus dan lambung yang belum sempurna, hingga masalah serius seperti intoleransi makanan dan Stenosis pilorus.

Kapan bayi harus dibawa ke dokter?

Reflux biasanya akan membaik dengan sendiri seiring bertambahnya usia anak. Namun ada beberapa kondisi dimana bunda harus membawanya ke dokter. Berikut beberapa gejala yang bisa berakibat fatal dan bunda harus membawa si kecil ke dokter.

  • Muntah terus menerus, dan terjadi beberapa kali dalam satu hari.
  • Nafsu makan berkurang
  • Adanya penurunan berat badan
  • Suara bergetar di dada dan punggung bayi
  • Kesulitan bernapas saat menyusu
  • Kesulitan makan, seperti menolak disusui dan sering tersedak
  • Cegukan atau batuk terus menerus
  • Menangis berlebihan atau menangis saat menyusu
  • Sering mengalami infeksi telinga

Bagaimana cara menanganinya?

Berikut ini beberapa cara untuk meredakan Reflux pada bayi.

  • Pegang bayi dalam posisi tegak di lengan selama 30 menit setelah menyusui.
  • Jangan ikat popok bayi terlalu ketat.
  • Selalu buat sendawa bayi selama menyusui.
  • Beri MPASI sereal beras pada bayi yang berusia minimal 6 bulan.
  • Jika bunda menyusui dengan susu formula, pastikan dot yang paling sesuai dengan kondisi mulutnya.

Muntah

Muntah diartikan sebagai keluarga isi lambung melalui hidung atau mulut. Normalnya, bayi muntah dalam jumlah kecil selama menyusui, setelah makan, atau saat bersendawa. Biasanya kurang dari 5-10ml.

Penyebab bayi muntah

Muntah pada bayi bisa dissebabkan oleh banyak hal. Mulai dari makan atau menyusu yang terlalu cepat, makan terlalu banyak, dan terlalu banyak menelan udara saat menyusu.

Kapan bayi harus dibawa ke dokter?

Muntah yang terjadi berulang kali adalah gejala awal adanya gangguan pencernaan pada anak. Jika ini terus terjadi dan tidak segera ditangani, akan menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti dehidrasi.

Berikut ini beberapa gejala yang harus segera bunda tangani dengan membawa si kecil ke dokter.

  • Sering muntah dalam waktu singkat.
  • Muntah empedu hijau.
  • Muntah darah.
  • Muntah yang diikuti oleh kesulitan napas atau sesak.
  • Mengalami kejang sebelum atau setelah muntah.

Bagaimana cara mengatasinya?

Bunda bisa mengambil tindakan pencegahan berikut ini setelah bayi muntah, namun harus dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter anak ya bund.

  • Pegang bayi dalam posisi tegah setelah menyusu.
  • Beri ASI yang cukup untuk mencegah dehidrasi.
  • Pastikan bayi tetap dingin dan nyaman sehingga tidak kehilangan cairan secara berlebihan karena berkeringat.

Diare

Diare adalah gangguan pencernaan dimana anak sering buang air besara dalam waktu yang singkat. Normalnya feses bayi berwarna pucat dan tidak terlalu padat atau encer.

Diare yang berlebih akan berakibat fatal dan menyebabkan dehidrasi pada anak.

Kapan harus dibawa ke dokter?

Saat anak mengalami gejala awal dehidrasi seperti mulut kering, tidak ada airmata, tidak ada urin dan demam, bunda harus segera membawanya ke dokter.

Bagaimana cara mengatasinya?

Berikut ini beberapa langkah yang bisa bunda lakukan saat anak mengalami diare.

  • Tetap memberinya ASI untuk mencegah dehidrasi.
  • Jangan beri obat diare OTC pada bayi.
  • Berkonsultasi dengan dokkter sebelum memberikan elektrolit seperti Pedialyte atau Infalyte pada bayi.
  • Jangan pernah memberi elektrolit pada bayi tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Beri makanan yang mudah di cerna.
  • Ganti popok sesering mungkin saat anak mengalami diare, agar tidak terjadi ruam popok.
  • Bersihkan bagian bawah bayi dengan air, bukan tisu, beri waktu bebas popok, dan oleskan krim ruam popok.
  • Cuci tangan bunda setelah mengganti popok dan sebelum menyusu atau memberinya makan.

Sembelit

Sembelit terjadi saat feses anak terlalu keras sehingga terjadi masalah saat mengeluarkan feses. Ini sering terjadi pada anak dan membuat si kecil rewel.

Kapan harus dibawa ke dokter?

Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter saat anak mengalami gejala berikut.

  • Bayi tidak buang air besar selama lebih dari tiga hari berturut-turut. Dan sering muntah atau rewel pada masa ini.
  • Adanya darah dalam feses anak.
  • Feses anak lebih keras dari biasanya.

Bagaimana cara mengatasinya?

Sembelit adalah masalah umum yang sering terjadi pada bayi, untuk mengatasinya bunda harus menjaga pencernaan bayi agar tetap sehat, bisa dengan beberapa langkah berikut ini.

  • Beri ASI secara eksklusif.
  • Jika bayi sudah ada dalam tahap MPASI, berikan jus murni secara ekstra di sela-sela menyusui untuk menambah kandungan air di dalam usus.
  • Beri jus yang terbuat dari bua-buahan segar seperti anggur, pir, apel, atau ceri.
  • Beri makanan berserat tinggi.
  • Jangan memberi obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter.

Kolik

Kolik adalah kondisi dimana bayi menangis terus-menerus, tanpa penyebab yang pasti. Meskipun bukan kondisi yang berbahaya bagi bayi, namun jika sudah mengalami kolik, bayi bisa menangis lebih dari tiga jam setiap hari, selama lebih dari tiga minggu.

Kapan harus dibawa ke dokter?

Bunda bisa membawanya ke dokter jika bunda merasa kewalahan dan tidak bisa mengatasi tangisan anak.

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan mungkin akan bertanya riwayat medis anak.

Jika anak mengalami kolik yang disertai gejala lain seperti muntah, diare, feses berdarah, nafsu makan menurun, dan demam, bunda harus membawanya ke dokter.

Bagaimana cara menanganinya?

Berikut beberapa langkah yang bisa bunda lakukan untuk mengatasi kolik.

  • Jika bayi disusui secara eksklusif, bunda harus menghindari makan makanan yang sering dikaitkan dengan penyebab kolik pada bayi. Beberapa contohnya adalah kafein, coklat, produk susu, dan kacang-kacangan.
  • Bunda juga harus menghindari minum obat tanpa konsultasi dokter karena obat juga dapat memicu kolik.
  • Jika bayi mengalami kolik setelah mengonsumsi susu formula, bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter dan beralih ke merek lain, ada kemungkinan susu formula ini tidak cocok dengan bayi.
  • Hindari menyusui dan memberi makan bayi terlalu cepat.
  • Jika bayi menangis tersedu-sedu, maka cobalah untuk menghibur bayi melalui dengan menggendongnya, dan menggoyang secara perlahan.

Susah buang gas dan kembung

Gas atau kentut dihasilkan oleh bakteri yang ada di usus. Selain itu, gas di dalam perut bisa terjadi karena adanya udara yang masuk saat makan atau menyusu. Udara yang masuk ini kemudian terperangkap dalam perut menyebabkan kembung dan terkadang menyebabkan rasa sakit.

Kapan harus dibawa ke dokter?

Kentut yang menyebabkan rasa sakit biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Jika anak terlalu rewel dan bunda tidak bisa menanganinya, bunda bisa membawanya ke dokter untuk berkonsultasi.

Bagaimana cara menanganinya?

Langkah penanganan bayi yang mengalami kembung cukup mudah.

  • Beri pijatan lembut pada perut bayi.
  • Ajak si kecil beraktivitas dengan aktif, misalnya bermain merangkak kesana kemari.
  • Jika bayi menyusu dari botol, pastikan pilih dot yang sesuai dengan mulut bayi.
  • Pastikan posisi mulut bayi dan puting pas saat menyusu, sehingga mengurangi adanya udara yang masuk saat menyusu.

Itulah beberapa masalah pencernaan yang sering dialami oleh bayi. Langkah pencegahannya adalah dengan selalu menjaga pencernaan bayi, memberinya asupan nutrisi yang cukup, dan menjaga apa yang dikonsumsi si kecil. Semoga bermanfaat bunda.

What do you think?

Comments

Leave a Reply

    One Ping

    1. Pingback:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Loading…

    0
    Rangkaian Nama Anak Perempuan

    230+ Rangkaian Nama Anak Perempuan Dan Artinya

    Apakah Aman, Menggunakan Asam Salisilat Saat Menyusui?