in

14 Gejala Dehidrasi Selama Kehamilan dan Cara Mencegahnya

Mypoly.id – Saat hamil, bunda bisa saja mengalami rasa haus terus-menerus, sakit kepala ringan, kulit kering dan bibir kering. Bisa jadi bunda sedang mengalami dehidrasi.

Saat bunda mengalami dehidrasi pada masa kehamilan, bunda harus sesegera mungkin menanganinya, sebelum terjadi dehidrasi yang lebih fatal dan berdampak pada perkembangan si kecil dalam perut.

Dikutip dari Momjunction, berikut ini beberapa penyebab dehidrasi pada ibu hamil dan bagaimana cara mencegahnya.

Penyebab dehidrasi selama masa kehamilan

Beberapa penyebab dehidrasi selama masa kehamilan yang umum terjadi diantaranya sebagai berikut.

Morning sickness

Kondisi ini terjadi selama bulan pertama dan berlanjut hingga minggu ke 14 atau 16. Gejala-gejalanya adalah mual dan muntah.

Gejala morning sickness mengakibatkan hilangnya cairan dan elektrolit dari tubuh, dan bisa menyebabkan dehidrasi.

Hyperemesis Gravidarum

Hyperemesis Gravidarum atau mual di pagi hari yang para terjadi pada kehamilan kembar (kehamilan multifetal).

Gejala-gejalanya, sama seperti gejala morning sickness. Gejala hiperemesis juga bisa menyebabkan hilangnya banyak air dan elektrolit.

Selain itu Hyperemesis juga bisa menyebabkan demam, mual dan muntah, menyebabkan keluarnya keringat berlebihan dan dehidrasi.

Diare

Perubahan hormon, kebiasaan diet, dan makan makanan tertentu bisa menyebabkan diare, terutama pada trimester ketiga. Ini juga dapat menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan.

Kurangnya asupan air

Level asupan air tergantung pada trimester, tingkat aktivitas, berat badan, usia, iklim, dan musim. Bunda mungkin lebih rentan terkena dehidrasi selama musim panas.

Perjalanan udara

Udara di dalam kabin sedikit mengandung uap air, dan bisa menyebabkan dehidrasi. Bunda harus mencoba tetap terhidrasi dengan air minum saat bepergian.

Aturan maskapai mungkin tidak mengizinkan membawa botol air, tetapi bunda bisa memintanya pada kru pesawat selama penerbangan.

Kelembaban udara

Cuaca panas dan tingkat kelembaban udara bisa membuat bunda berkeringat, jika bunda mengeluarkan keringat berlebih, ini memungkinkan bunda terkena dehidrasi.

Olahraga berat saat cuaca panas

Olahraga berat saat cuaca sedang panas bisa menyebabnya keluarnya keringat secara berlebihan, ini bisa berpotensi terjadinya dehidrasi.

Demam

Suhu tubuh yang tinggi saat demam bisa menyebabkan keilangan cairan, berkeringat, dan mintah yang berisiko mengalami dehidrasi.

Gejala dehidrasi saat masa kehamilan

Saat kehilangan banyak cairan, tubuh akan mulai menunjukan beberapa gejala awal. Sebelum terjadi dehidrasi yang lebih fatal, bunda harus segera mengatasinya.

  • Haus secara berlebihan adalah gejala awal yang mungkin tidak kita perhatikan. Selain haus yang berlebihan, berikut ini beberapa gejala dehidrasi.
  • Pusing, atau vertigo, biasanya ketika berdiri, berlutut, atau membungkuk. Ini terjadi karena turunnya tekanan darah karena dehidrasi.
  • Sakit kepala, terutama migrain, adalah gejala dehidrasi yang menonjol.
  • Urin berwarna kuning gelap dengan bau yang kuat. Urin yang terlalu jernih.
  • Mulut kering, hidung, dan kulit yang kehilangan elastisitasnya.
  • Lidah bengkak dan bibir pecah-pecah.
  • Muntah dan mual yang disertai dengan sakit perut dan kram.

Gejala dehidrasi parah diantaranya

  • Tubuh lemas
  • Kurang konsenterasi
  • Sembelit, dan
  • Infeksi saluran kemih

Dehidrasi adalah masalah umum yang bisa kita alami. Namun bisakah dehidrasi menyebabkan komplikasi serius selama kehamilan?

Efek dehidrasi selama kehamilan

Selama trimester pertama kehamilan, dehidrasi dapat menyebabkan dua risiko

Dehidrasi yang disebabkan oleh mual di pagi hari dapat menyebabkan mual, sehingga membuat masalah bersifat siklik.

Ketika bunda merasa mual, bunda merasa tidak ingin minum lebih banyak air dan kemudian menjadi lebih mual.

Jika seorang wanita hamil tidak minum cairan untuk menghindari terjadinya dehidrasi, dia harus dirawat di rumah sakit untuk memberikan cairan tambahan.

Sementara itu, selama trimester kedua dan ketiga kehamilan, dehidrasi bisa menimbulkan risiko kelahiran prematur. Ini adalah salah satu penyebab terjadinya kontraksi dini.

Perawatan saat dehidrasi selama masa kehamilan

Jika bunda mengalami gejala dehidrasi, satu-satunya cara adalah dengan mengembalikan cairan tubuh yang hilang, salah satunya dengan mengonsumsi lebih banyak air.

Selain air, teh herbal, dan minuman rendah kafein untuk ibu hamil adalah alternaif lain.

Berapa banyak air yang harus diminum?

Bunda perlu minum delapan hingga sepuluh gelas air setiap hari. Jumlah ini mungkin termasuk minuman yang bunda konsumsi selain air putih, tetapi idealnya, pilihan pertama adalah air putih.

Cairan seperti jus, susu, teh, dan kopi mengandung air dan berkontribusi pada asupan cairan untuk bunda, tetapi perlu di ingat minuman ini juga memberikan kalori ekstra.

Tubuh bunda membutuhkan air tambahan untuk melakukan fungsi ekstra selama kehamilan.

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika bunda mengalami dehidrasi ringan, bunda bisa mengobatinya di rumah. Tetapi, jika upaya penanganan tidak berhasil dan bunda mulai mengalami gejala yang parah, bunda harus ke dokter sesegera mungkin.

Dokter mungkin menyarankan untuk dirawat di rumah sakit untuk menjalani serangkaian tes komprehensif agar dapat mengetahui penyebab awal dehidrasi.

Terapi intravena mungkin dilakukan, yang mungkin bisa mengisi kembali tubuh dengan air dan nutrisi penting lainnya.

Mencegah dehidrasi selama kehamilan

Kelelahan yang disebabkan oleh dehidrasi bisa menurunkan tingkat energi, membuat bunda merasa letih dan lesu. Untuk menghindari hal ini, pastikan bunda minum cukup air setiap hari.

  • Minum secangkir air (150-180 ml), setiap jam saat bunda bangun, adalah cara terbaik untuk mendapatkan asupan harian H2O bunda.
  • Jika bunda kesulitan minum air putih, bunda bisa menambahkan beberapa irisan lemon, Cranberry, semangka, atau jeruk ke dalam menu mminuman & makanan sehari-hari.
  • Cairan seperti sup, jus, dan smoothie juga bisa menyuplai kebutuhan air harian untuk tubuh. Jadi, jika bunda merasa minum air putih membosankan, minum saja alternatif ini.
  • Hindari produk yang mengandung kafein, jus buah olahan, dan soda karena bahan-bahan tersebut bisa meningkatkan produksi urin, yang menyebabkan dehidrasi.
  • Berhati-hatilah agar tubuh tetap terhidrasi saat melakukan latihan berat atau menghabiskan waktu lama di cuaca panas.
  • Jika bunda kesulitan menjaga diri agar tetap terhidrasi, berkonsultasilah dengan dokter dan dapatkan saran yang tepat.

Ikuti langkah-langkah pencegahan dan pengobatan dehidrasi diatas. Jika dehidrasi yang bunda alami disebabkan oleh faktor lain seperti yang disebutkan di atas, konsultasikan dengan dokter ya bund.

What do you think?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0
Penyebab diare pada balita

Kenali Penyebab Diare Pada Balita, Dan Cara Mengatasinya

Tips Pencegahan Corona Pada Anak

Tips Pencegahan Corona Pada Anak, Jangan Biarkan Mereka Menyentuh Wajah